Author: Sarlito Wirawan Sarwono
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
Tiada bayi yang lahir sudah bermoral. Karena itu wajar kalau anak sampai umur
tiga atau empat tahun berbuat sukasuka dia sendiri. Ia bisa bermain sama
teman-teman seusianya sambil berlari-larian dan menjeritjerit tanpa peduli ada
mbahnya yang sakit, atau tetangga yang kebisingan.
Baru sesudah orang tuanya marah, dia berhenti. Jadi dia berbuat baik (tidak mengganggu orang) karena takut dimarahi mamanya, takut kena hukuman. Atau bisa juga karena mamanya mengiming-imingi permen atau mainan. Jadi anak menurut karena mencari hadiah. Psikolog Lawrence Kohlberg (1927-1967) menyebut perilaku anak yang seperti itu sebagai tahap paling awal dari perkembangan moral, yang dinamakannya tahap “taat karena ganjaran (reward) atau hukuman (punishment).
Baru sesudah orang tuanya marah, dia berhenti. Jadi dia berbuat baik (tidak mengganggu orang) karena takut dimarahi mamanya, takut kena hukuman. Atau bisa juga karena mamanya mengiming-imingi permen atau mainan. Jadi anak menurut karena mencari hadiah. Psikolog Lawrence Kohlberg (1927-1967) menyebut perilaku anak yang seperti itu sebagai tahap paling awal dari perkembangan moral, yang dinamakannya tahap “taat karena ganjaran (reward) atau hukuman (punishment).